Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Prosedur Pemeriksaan Komponen

---

V. Prosedur Pemeriksaan Komponen

Pemeriksaan rutin terhadap setiap komponen cargo lift sangat penting untuk mendeteksi gejala awal kerusakan, memastikan keselamatan operasional, dan memperpanjang umur sistem. Berikut adalah panduan teknis pemeriksaan untuk komponen utama lift kargo:


---

1. Pemeriksaan Motor Penggerak

a. Visual dan Fisik

Matikan listrik (LOTO) sebelum pemeriksaan.

Cek apakah ada kebocoran oli (jika motor terintegrasi dengan gearbox).

Periksa baut pengikat motor—harus kencang sempurna.

Amati apakah ada tanda-tanda terbakar, seperti bau gosong atau perubahan warna isolasi.


b. Pemeriksaan Listrik

Ukur arus kerja motor menggunakan clamp meter. Bandingkan dengan spesifikasi nameplate.

Periksa tahanan isolasi dengan megger (harus >1 MΩ).

Lakukan pengukuran tegangan suplai pada terminal input.


c. Pemeriksaan Suara dan Getaran

Saat motor menyala, gunakan vibration tester.

Dengarkan suara abnormal seperti gesekan logam atau dengungan tidak wajar.

Jika getaran >4 mm/s RMS, lakukan balancing ulang.



---

2. Pemeriksaan Gearbox dan Sistem Transmisi

a. Pelumasan

Cek level oli dan kejernihannya.

Ganti oli jika berubah warna menjadi gelap atau kental (kontaminasi logam).

Gunakan viskositas sesuai spesifikasi pabrikan (umumnya ISO VG 150 – 220).


b. Pemeriksaan Gigi Roda

Buka cover gearbox dan inspeksi permukaan gigi.

Cari tanda keausan tidak merata, retakan, atau pecah.

Periksa backlash dengan feeler gauge.



---

3. Pemeriksaan Kabel Baja dan Pulley

a. Visual

Gunakan senter untuk memeriksa serat kabel baja—jika ada lebih dari 6 serat putus per meter, segera ganti.

Cek karat atau lemak berlebih pada kabel.


b. Tensioning

Gunakan tensiometer untuk mengukur ketegangan kabel.

Ketegangan harus seimbang di setiap sisi untuk mencegah kemiringan platform.


c. Pemeriksaan Pulley

Putar pulley secara manual; pastikan halus dan tidak seret.

Periksa lubang poros, jangan sampai longgar.

Gunakan stroboscope untuk melihat keausan saat operasi.



---

4. Pemeriksaan Rel Penuntun (Guide Rail)

a. Kebersihan dan Pelumasan

Bersihkan rel dari debu, karat, atau sisa pelumas.

Beri pelumas berbasis lithium atau grease khusus lift.


b. Keselarasan

Gunakan waterpass laser atau alat ukur sudut untuk mengecek kelurusan vertikal rel.

Selisih <2 mm sepanjang 3 meter adalah toleransi umum.


c. Kekencangan Baut

Gunakan kunci torsi untuk mengecek kekencangan pengikat bracket ke dinding/lantai.



---

5. Pemeriksaan Panel Kontrol dan Sistem Listrik

a. Pemeriksaan Visual

Buka cover panel kontrol (pastikan sistem dimatikan).

Periksa apakah ada kabel longgar, terbakar, atau retak.

Bersihkan debu menggunakan blower listrik (jangan gunakan air).


b. Fungsi Komponen

Cek kondisi relay, kontaktor, fuse, MCB, dan terminal.

Uji fungsi emergency stop dan limit switch (atas dan bawah).

Tes PLC dan modul input/output jika sistem otomatis.



---

6. Pemeriksaan Sistem Sensor dan Keamanan

a. Sensor Beban

Kalibrasi ulang menggunakan beban standar.

Uji pembacaan sensor dibandingkan dengan berat aktual.


b. Sensor Pintu Otomatis

Uji apakah lift menolak berjalan jika pintu tidak tertutup rapat.

Sensor harus aktif dalam <0.5 detik saat pintu terbuka.


c. Limit Switch

Gunakan multimeter untuk memastikan switch aktif saat tersentuh tuas mekanis.

Periksa kabel dan koneksi pada switch housing.



---

7. Pengujian Operasional Penuh (Full Test)

Setelah semua komponen diperiksa secara individual, lakukan uji sistem penuh:

Uji Tujuan Metode

Uji naik & turun dengan beban Tes motor, sistem pengangkat, dan kontrol Naik-turunkan platform dengan beban maksimum
Uji emergency stop Cek fungsi darurat Tekan tombol STOP saat lift bergerak
Uji sensor pintu Cegah lift bergerak saat pintu terbuka Buka pintu sebelum menekan tombol naik/turun
Uji kestabilan platform Pastikan lift tidak miring Amati saat berhenti dan saat bergerak



---

📘 Catatan:

Semua hasil pemeriksaan wajib dicatat di formulir checklist standar.

Komponen yang mendekati ambang batas keausan harus segera dijadwalkan untuk diganti meskipun belum rusak total.

Post a Comment for "Prosedur Pemeriksaan Komponen"